h36fBKl6IGAl600aLh3XwESUlCJ3z4hPI1YGP78M
Bookmark

11 Ajaran Dewa Siwa Yang Bisa Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Dewa Siwa yang tampak tenang bisa berubah menjadi perusak. Dewa Siwa memiliki banyak corak pada kepribadiannya, dan merupakan satu dewa yang benar-benar dapat mengajarkan kita kebijaksanaan untuk menjalani kehidupan.

Salah satu representasi paling populer adalah sebagai Nataraja, penguasa tarian. Sebagai Nataraja, ia menari dalam lingkaran api di atas iblis kecil bernama Apasmara-Purusha, yang melambangkan ketidaktahuan, kemalasan, dan pikiran jahat. Tarian Nataraja dikenal untuk melambangkan ritme alam semesta dan siklus penciptaan dan penghancuran.

Dalam gambar Siwa, air yang mengalir dari rambutnya diyakini mewakili Sungai Gangga, dianggap sebagai dewi dalam mitologi Hindu. Menurut legenda, ketika Gangga turun dari langit, bumi diliputi oleh banjir yang sangat deras.

Dewa Siwa menawarkan untuk melayani sebagai saluran sehingga manusia dapat mengambil manfaat dari air yang murni tanpa tenggelam di dalamnya. Dikatakan juga bahwa warna kulit dewa Siwa berwarna biru karena ketika Gangga membanjiri bumi, Siwa menelan racun yang diaduk di lautan, sehingga menyelamatkan alam semesta.
 11 Ajaran Dewa Siwa Yang Bisa Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut adalah 11 ajaran dewa Siwa yang bisa kita pelajari darinya:

1. Apa pun yang terjadi, Anda tidak boleh menoleransi adanya kejahatan

Dewa Siwa dikenal sebagai perusak kejahatan. Dia tidak bisa mentolerir ketidakadilan dan menghancurkan raksasa jahat dengan adil. Demikian pula, bahkan kita harus berusaha untuk tidak mentoleransi kejahatan yang terjadi di sekitar kita dan mengambil sikap menentang ketidakadilan.

Dewa Siwa tidak pernah mentolerir ketidakadilan. Ketidakadilan baginya adalah kejahatan, dan Siwa adalah perusak segala hal yang jahat. Berdiri melawan ketidakadilan adalah tugas moral dan spiritual.

2. Kontrol diri adalah kunci untuk menjalani kehidupan sepenuhnya

Pikiran yang tidak terkendali dapat menuntun Anda menjalani kehidupan yang membawa malapetaka. Anda tidak dapat memenangkan pertempuran ketika Anda kehilangan fokus dan menjadi mangsa keinginan dan kecanduan Anda. Karena itu, pikiran Anda harus selaras dengan tujuan dan hati Anda juga.

3. Jaga pikiran seimbang dan stabil

Dewa Siwa disebut 'Maha Yogi' karena dia bermeditasi selama berjam-jam untuk kesejahteraan alam semesta.  Anda dapat memenangkan setengah pertempuran hanya dengan menjadi tenang dalam situasi yang penuh tekanan. Ini benar-benar strategi terbaik untuk menyelesaikan masalah.

4. Kebahagiaan materialistis tidak pernah bertahan lama

Lihatlah pakaian dewa Siwa sebentar. Hanya bersenjatakan trishula dan damru, Dewa Siwa selalu menjauh dari kekayaan. Anda tidak kehilangan apa-apa dalam hidup jika Anda tidak terikat pada kekayaan dan hal-hal materialistis. Karena kebahagiaan materialistis bersifat sementara. Anda perlu menemukan kebahagiaan Anda dalam peristiwa dan pengalaman batin.

5. Belajar cara menekan negativitas dengan pengetahuan

Kita harus mengubah hal-hal negarif dengan pengetahuan kebijaksanaan untuk dirubah menjadi hal-hal yang positif

6. Keinginan menyebabkan obsesi dan obsesi mengarah pada kehancuran

Karena dewa Siwa bebas dari keinginan, Dewa Siwa tidak pernah terobsesi pada hal-hal. Ini adalah fakta bahwa keinginan selalu mengarah pada obsesi, dan ini pada gilirannya membuat kita merusak diri sendiri.

7. Hormati guru dan guru Anda

Shiva adalah 'Ardhanarishwar', di mana separuhnya adalah Parvati. Dia memperlakukan Parvati dengan penuh hormat dan perhatian. Dia adalah 'shakti' -nya dan dia memberinya arti penting yang pantas diterimanya.

8. Anda harus mengendalikan ego Anda dan melepaskan kesombongan

Ego Anda adalah satu-satunya hal yang mencegah Anda mencapai kebesaran. Ego Anda yang datang antara tujuan dan impian Anda, dan membuat Anda menjadi orang yang kurang mencintai. Dikatakan bahwa Dewa Siwa membawa trishulanya untuk menjaga egonya tetap terkendali. Dia tidak pernah membiarkan egonya menjadi lebih baik dari dirinya sendiri. Di sisi lain, dia juga tidak mentolerir ego orang lain.

9. Kemarahan bukanlah jawabannya

Gangga di rambut Siwa melambangkan akhir dari ketidaktahuan. Ini menyiratkan bahwa Anda harus tahu apa yang Anda hadapi, dan kemarahan bukanlah solusi mengatasi permasalahan agar cepat terselesaikan.

10. Memahami bahwa semuanya bersifat sementara

Maha yogi tidak jatuh cinta pada 'maya' ilusi. Mereka tahu bahwa hidup ini fana dan apa yang terjadi hari ini tidak akan ada selamanya. Waktu berubah dan begitu juga kita.

11. Menari

Dewa Siwa dikenal sebagai Nataraja atau Raja Tari. Meskipun tarnya menghancurkan dunia, itu juga sebuah seni yang diturunkan kepada kita.

Shiva dikenal karena tariannya yang kuat. Digunakan untuk membuat atau menghancurkan segala yang ada, itu dipandang sebagai ekspresi tertinggi dari sifat aslinya.

Sama seperti Siwa, mengekspresikan sifat sejati Anda sendiri harus menjadi salah satu prioritas utama Anda.

Jangan pernah ragu bahwa Anda memiliki kemampuan untuk mengejutkan, menginspirasi, dan mengagumi orang-orang di sekitar Anda dengan tarian Anda sendiri!
Post a Comment

Post a Comment